Jemaat-jemaat Tuhan yang ada di Asia kecil sedang mengalami tantangan yang berat karena ulah para penguasa Romawi. Orang-orang Kristen mendapat tekanan yang berat dari para penguasa yang lalim karena iman mereka. Petrus mengirim surat ini bagi jemaat-jemaat yang ada di Asia kecil untuk menguatkan dan meneguhkan iman mereka dalam tantangan itu. Mereka harus menghadapi situasi itu melalui kehidupan yang saling melayani. Artinya mereka harus saling membantu berdasarkan karunia yang ada pada mereka. Tidak bisa lagi mereka hidup sendiri-sendiri tanpa saling memperhatikan. Bagaimana pun juga, dalam menghadapi pergumulan, kebersamaan hidup yang terwujud dalam hidup saling membantu, menjadi hal yang penting, dari pada mengatasi sendiri.

Panggilan ini tidak hanya dikalangan mereka sendiri. Tapi bagaimana itu diwujudkan dengan mereka yang memusuhi dan membenci mereka sebagai suatu kesaksian iman. Inilah panggilan hidup kristiani. Bagaimana mereka melakukan itu? Pertama, mereka harus dapat menguasai diri, bersikap tenang supaya dapat berdoa (ay.7). Artinya jangan emosi,marah, membalas kejahatan yang dilakukan oleh mereka yang membenci. Jika tidak, mereka tidak dapat berdoa. Padahal doa merupakan kekuatan dan sekaligus menjadi senjata yang ampuh dalam menghadapi tantangan. Kedua, Mereka harus saling mengasihi “dengan sungguh”. Karena dengan mengasihi dengan sungguh menutup banyak dosa (ay.8). Artinya mereka harus dapat memaafkan, mengampuni kalau ada orang yang melakukan kesalahan. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ketiga, mereka harus bersedia memberi tumpangan. Rumah mereka selalu terbuka kepada siapa saja yang membutuhkan tumpangan (ay.9). Keempat, melayani berdasarkan karunia, talenta, potensi yang ada pada mereka (ay.10). Tujuannya hanya satu, supaya Allah dimuliakan.

Tidaklah gampang melakukan semua itu ketika kita sedang mengalami berbagai penderitaan. Saat ini adalah kondisi dunia yang tidak bersahabat (berbagai kejahatan, permusuhan, kebencian, fitnah, berita-berita hoax, intoleransi). Sebagai gereja dan orang percaya, kita tetap dan terus dipanggil untuk saling melayani. Mari lakukan itu dalam pertolongan-Nya.