Nyanyian ini dilantunkan oleh Debora dan Barak. Peristiwa penyerangan terhadap Raja Kanaan Yabin dan panglimanya Sisero dikemas di dalam syair dan lagu. Pada masa itu, kemenangan perang selalu disambut dengan nyanyian sukacita. Di dalamnya bukan Debora dan Barak yang ditonjolkan tetapi Tuhan dan malaikat atau utusan-Nya. Pujian ini diawali dengan kesediaan para pahlawan Israel yang dengan sukarela membaktikan diri (ay.3). Lalu dilanjutkan dengan ajakan kepada para raja dan pemuka-pemuka menyaksikan kemenangan israel yang dilakukan Tuhan (ay.4,5). Tetapi ada pengakuan atas masa derita lsrael yang ditindas dan penduduk Israel diam saja bahkan mem ilih dan menyembah allah lain (ay.6-8). Kemudian Debora dan Barak mengarahkan perhatiannya yang dengan bangga menyebut para panglima, para sukarelawan, para bangsawan dan semua orang yang menceritakan dan menyanyikan keagungan Tuhan (ay.9-15). Tetapi nyanyian ini mengkritik pula suku-suku Israel yang hanya berpangku-tangan (ay. 16-17), namun ada juga yang berperang dengan perkasa (ay.18-1 9).

Nyanyian ini akhirnya mengagungkan Tuhan yang berperang melalui bintang-bintang dan sungai serta hujan badai dan Firman yang disampaikan malaikat. Menyanyi tidak hanya memuji Tuhan tetapi sambil memberitakan Firman melalui syair dan lagu. Bukan perbuatan manusia tetapi perbuatan Tuhan.