“…Debora, seorang nabiah, Istri Lapidot memerintah sebagai seorang”  (ay.4)

(Hakim-Hakim 4 : 1 – 10)

Tugas Hakim, sesungguhnya bukan sekadar juru lerai orang yang bertikai. Walau tugas itu juga dilaksanakan ketika mengadili perkara. Ia juga dapat disebut Kepala Suku secara internal, tetapi juga sebagai penyelamat bangsa. Masa hakim-hakim kurang lebih berlangsung 300 tahun. Sebagai penyelamat para hakim memiliki karunia khusus untuk melepaskan dan melindungi Israel. Hakim menjamin hak milik Allah atas tanah perjanjian dan hak milik Allah atas umat Israel. Jumlah seluruhnya 15 hakim, salah satu di antaranya adalah Debora (= lebah) yang dibantu oleh Barak (= halilintar). Pasangan ini diangkat Tuhan untuk melepaskan umat dari penindasan kejam Yabin, Raja Kanaan. Panglima Raja Kanaan adalah Sisera yang memiliki 900 kereta besi. Untuk menghadapi Yabin, laki-laki kejam itu, Tuhan mengangkat Debora sebagai hakim. Debora biasanya duduk di bawah pohon kurma antara Rama dan Betel. Di tempat itu selain untuk berkomunikasi dengan Tuhan, ia melayani sukunya yang meminta nasihat dan pertimbangan mengenai berbagai persoalan.

Alkitab tidak sering menonjolkan perempuan sebagai pemimpin. Hal ini disebabkan lingkungan masyarakat yang sangat mengedepankan laki-laki. Tetapi bila Alkitab menceriterakannya berarti peranan perempuan sebagai mitra laki-laki dalam berbagai perkara sangat penting. Hal ini disadari oleh Debora sehingga ia memanggil Barak untuk turut melaksanakan perintah Tuhan membebaskan umat Israel dari penindasan. Kemitraan antara laki-laki dan perempuan dalam menghadapi berbagai penindasan menjadi tugas kita.