“…..kita telah menerima pendamaian itu” (ayat 11b)

Kedamaian kita akan berdiri tegak seperti pegunungan berbatu (Socrates). – Pembenaran Allah menghasilkan damai dengan Allah serta membuat orang beriman merdeka dan bebas. Bagi Paulus, orang-orang yang dibenarkan karena iman hidup dalam damai sejahtera. Hidup dalam damai sejahtera menunjukkan adanya suatu relasi dengan Allah. Damai sejahtera tidak mengacu pada perasaan batin, perasaan aman sentosa, melainkan pada keadaaan yang berlaku antara Allah dengan manusia. Demi Injil Kristus, Paulus banyak berjerih lelah; sering di dalam penjara; didera diluar batas; kerap kali dalam bahaya maut, dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam terkatung-katung di tengah laut, kerap kali tidak tidur; lapar dan dahaga; kerap kali berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian (bdk. 2 Kor.11:23-28).

Bagi Paulus, orang-orang yang percaya tidak hanya mengharapkan keselamatan dan kehidupan di surga kekal, tetapi sekarang juga mereka telah menjadi manusia lain yaitu manusia yang bermegah dalam Allah. ltulah sukacita pendamaian Allah yang sesungguhnya dikaruniakan Allah baginya (baca : orang percaya).  Ketika Allah menyatakan kasih karunia-Nya kepada manusia dengan membawa korban satu-satunya yang berharga yaitu Yesus Kristus, saat itulah kita memandang kepada pengharapan yang berbahagia, hari yang berbahagia yaitu kita menerima pendamaian Allah. Tanpa curahan kasih Allah ke dalam hati kita terlebih dulu, maka semua yang kita hayati tentang telah menerima pendamaian Allah adalah mustahil.  la tidak dapat diberlakukan sampai kita dlubahkan sedemikian rupa, sehingga kita mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi manusia, meskipun dia musuh kita.  Siapa yang bertahan hingga akhir akan selamat.  Sama halnya emas yang diuji dalam api menjadi nampak murni dan berkilau, demikian juga halnya orang beriman dalam ujian penderitaan.  “Mulai” adalah kata yang penuh kekuatan. Cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu adalah, “mulai”. Tapi juga mengherankan, pekerjaan apa yang dapat kita selesaikan kalau kita hanya memulainya” (Clifford Warren).