RENUNGAN MALAM – MINGGU, 25 JUNI 2017

JIKA BERSEHATI PASTI BISA

dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya (ay.35)

Kisah Para Rasul 4 : 32-37
HARI MINGGU III SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 25 JUNI 2017
RENUNGAN MALAM
KJ.393 : 1-Berdoa

Jika dipertanyakan apakah pola hidup jemaat mula-mula masih bisa diterapkan saat ini? Secara tersurat mungkin sulit. Mengapa. Karena segala harta kepunyaan kita adalah milik bersama. Apa yang saya miliki adalah milikmu juga. Pasti sulit. Kebutuhan, keinginan, situasi dan kondisi masyarakat, rasa kebersamaan dalam persekutuan saat itu dibandingkan sekarang pasti jauh berbeda. Namun semangat dan pola kebersamaan untuk peduli sesama masih dapat dilakukan. Ada tiga hal yang dapat menjadi dasar semangat dan pola kebersamaan dalam membangun kepedulian, yakni, Pertama, sehati dan sejiwa (ay.32). Ada kesatuan hati dan jiwa dalam merasakan situasi, harapan dan tekanan selaku jemaat Tuhan. Ada keterikatan batin untuk menjadi bagian persekutuan yang saling membantu dan menopang. Hal ini diwujudkan dengan memahami bahwa harta yang mereka miliki adalah milik bersama.

Kedua, menjual harta kepunyaannya dan meletakkan hasilnya di depan kaki rasul-rasul (ay.34a & 35). Kejujuran atas hasil penjualan harta milik bagi kebersamaan persekutuan faktor utama. Mereka tidak mengambil untung dari hasil penjualan tersebut. Ketiga, memenuhi kebutuhan sesuai keperluannya
(ay.35). lni berarti tidak ada keserakahan dan ketamakan. Semua sesuai keperluannya. Tidak lebih dan tidak kurang. Dampaknya adalah ada rasa keadilan bersama sebagai umat Tuhan saat itu.

Bercermin dari pola kebersamaan jemaat mula-mula tersebut, pertanyaan mendasar adalah bagaimana dengan persekutuan kita saat ini?. Bisakah kita melakukan apa yang dilakukan jemaat mula-mula. Dari tiga hal diatas, mari kita mencoba untuk jujur mau menopang dan menolong sesama, hidup syukur sesuai berkat yang diberikan Tuhan dan kesatuan hati untuk menjadi bagian utuh dari persekutuan yang diselamatkan Tuhan.

KJ.393 : 2
Doa : (Bapa surgawi, terimakasih untuk berkat yang Engkau berikan dan pakailah diri kami menjadi saluran berkat bagi sesama)

You may also like...